Blog Details

PSLB INSTIPER DAN PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN JAJAKI KERJA SAMA PENGEMBANGAN LANSKAP KAKAO BERKELANJUTAN

Yogyakarta, 30 Juli 2026 – Pusat Sains Lanskap Berkelanjutan (PSLB) INSTIPER menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kabupaten Pacitan yang terdiri atas perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pacitan serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bumi Mina Jaya Kecamatan Punung. Pertemuan ini bertujuan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan lanskap kakao berkelanjutan sekaligus menyusun langkah awal pengembangan proposal pendanaan untuk memperkuat simpul-simpul usaha kakao di sepanjang rantai pasok. Delegasi PSLB dipimpin langsung oleh Direktur PSLB bersama para peneliti dan tenaga ahli.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pacitan menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Saat ini pemerintah daerah tengah melaksanakan program peremajaan tanaman kakao sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Lanskap kakao Pacitan memiliki luas panen sekitar 5.658,5 hektare dengan produksi 408,78 ton biji kakao kering per tahun. Sebagian besar kebun dikelola oleh pekebun rakyat (smallholders), dengan pola pemasaran yang masih didominasi penjualan biji kakao kering yang belum difermentasi. Sentra produksi kakao tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Arjosari, Tegalombo, Nawangan, Bandar, Tulakan, Kebonagung, serta Punung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kakao di Pacitan sangat ditentukan oleh peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan.

Gapoktan Bumi Mina Jaya Kecamatan Punung turut berbagi pengalaman mengenai perjalanan pengembangan kakao di wilayahnya, mulai dari pengenalan budidaya hingga terbentuknya usaha kakao yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kakao yang didukung kelembagaan petani yang kuat memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

Pada kesempatan yang sama, PSLB INSTIPER memaparkan pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan lanskap kakao berbasis Smart Cocoa Agroforestry, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas, konservasi lingkungan, penguatan kelembagaan, dan pengembangan bisnis kakao secara berkelanjutan. PSLB juga memperkenalkan berbagai program yang telah dikembangkan, meliputi pelatihan budidaya dan pascapanen kakao, penerapan agroforestri, pengembangan bisnis dan manajemen keuangan, hingga pendampingan pemberdayaan masyarakat dan penguatan rantai nilai kakao.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai sejumlah peluang kerja sama strategis. PSLB INSTIPER akan mendampingi Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam merancang Pusat Pengembangan Kakao Pacitan (Pacitan Cocoa Development Center) yang didukung jaringan Cocoa Hub di setiap kecamatan sentra produksi. Selain itu, PSLB akan membantu penyusunan model bisnis dan rencana bisnis pusat pengembangan kakao, penyempurnaan proposal hilirisasi kakao yang akan diajukan kepada BPDP, pendampingan implementasi pengembangan lanskap kakao, serta penyelenggaraan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan usaha kakao dari hulu hingga hilir.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan serangkaian diskusi teknis, melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Pacitan guna merumuskan tahapan implementasi, serta mengembangkan berbagai inovasi usaha kakao yang dapat diintegrasikan dengan pengembangan ekowisata daerah. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diarahkan untuk membangun Pacitan Cocoa Landscape Enterprise, sebuah model pengembangan kakao berbasis lanskap yang menghubungkan produksi, pengolahan, kelembagaan petani, investasi, inovasi, dan pemasaran dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing kakao Pacitan sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.